Tips untuk Ibu senior mengenai pemberian ASI Ekslusif

Saya Sukses memberikan ASI eksklusif dengan cara dibawah ini:

Para Ibu umumnya berharap dan bertekad untuk bisa memberikan ASI eksklusif dan mencukupi kebutuhan nutrisi bayi hanya dengan ASI, tanpa susu formula dll. hal ini dikarenakan semua orang sudah mengerti mengenai manfaat ASI untuk tumbuh kembang dan kekebalan tubuh bayi.

Oleh karena itu berbeda dengan harapan tidak mudah untuk menyusui dalam waktu panjang. berbeda dengan rencana, banyak para ibu yang ASInya tidak keluar atau hanya sedikit saja sehingga mereka terpaksa untuk membeli susu formula untuk mencakupi asupan nutrisi bayi.

CARA APA YANG BAIK UNTUK DILAKUAN AGAR BERHASIL MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF?

 

Sejak awal hanya dikasih ASI 

JIka bunda sudah dari memutuskan dari awal untuk ASI eksklusif, maka sebisa mungkin jangan campur ASI dan sufor. Sufor lebih manis daripada ASI dan lebih enak untuk diminum, karena itu jika bayi sudah mengenal rasa sufor, ada kemungkinan bayi tidak mau minum ASI lagi.  Jika bunda ingin sukses memberi ASI eksklusif, selama beberapa hari setelah bayi lahir, sesering mungkin latihlah bayi untuk mengenyot saat bunda mencoba untuk menyusui bayi.

 

Jangan terburu – buru dan pastikan ASI  awal hingga ASI akhir diminum dengan cukup 

2 minggu setelah persalinan, ASI akan terproduksi secara matang. ASI terdiridari ASI awal (ASI encer) dan ASI akhir (ASI kental). ASI awal encer dan mengandung laktosa, vitamin, mineral, dan banyak air. bukan berartu ASI awal tidak memiliki manfaat apa-apa untuk bayi. ASI awal bisa menghilangkan dahaga bayi dan membuatnya tidur nyenyak. teruslah menyusui sehingga bayi bisa latihan menelan dan mengenyot lebih lama.

semakin panjang waktu bayi menyusu, ASI akhir akan keluar dari payudara bunda. ASI akhirlah yang mengandung lebih banyak lemak dan kaya nutrisi. jika anda merasa bayi sudah kenyang, jangan terburu- buru memindahkan bayi ke sisi payudara satunya. pastikan payi mengenyot satu sisi payudara hingga payudara terasa kosong.

 

Biarkan bayi menyusu setiap kali ia merasa lapar

ketika pertama kali mulai, pada umumnya bayi menyusu 8 hingga 12 kali dalam rentang waktu 24 jam. jika bayi menyusu lebih sedikit dari waktu tersebut, produksi ASI tubuh bunda akan berkurang dan akan sulit untuk sukses dengan program ASI eksklusif bunda. kala bayi bunda sedang tidur dan tiba tiba ia terbangun dan merasa lapar, jangan ragu untuk menyusuinya. tang harus diperhatikan adalah menawarkan payudara setiap kali bayirewel atau mengantuk. jika bisa terbiasa dikeloni dengan payudara bunda, bayi akan terus mencari ketenangan dengan cara mengenyot. selain itu bayi akan sulit mengasosiasikan hubungan rasa lapar dengan waktu makan jika ditawari payudara setiap saat.

 

Biasakan bayi mengenyot daripada menggunakan pompa

kecuali pada situasi dimana bayi bunda harus berpisah dengan bunda, sebisa mungkin biarkan bayi mengenyot langsung payudara bunda. jika bunda menyusui secara langsung, bayi akan mengenal bau tubuh bunda dan bersentuhan dengan bunda, secara emosional bayi akan merasa lebih tenang. selain itu, berbeda dengan dot dan botol susu yang cairannya gampang keluardengan hanya dibalikkan kebawah botolnya, untuk menyusu, dibutuhkan tenaga dan otot mulut lebih banyak. karena itu menyusui relatif lebih bisa melatih kemampuan mengkoordinasikan arah dan lokasi daripada menyusu lewat botol.

 

Semoga Bermanfaat ☺🙏

➡ Yuk Aqiqah Sekarang ..
🌐 www.habibaqiqah.com
Aqiqah Bersertifikasi Halal
📱💬: 08569033331
📱💬: 085282223331

Meneladani Rasullullah SAW dalam Mendidik Anak 😇 sebelum lahir hingga usia 10 Tahun

Manusia terbaik yang di Cintai Allah SWT dan Ummatnya, Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan figur terbaik yang pernah ada di dunia ini. Keteladanan dan Teladan Beliau bukan hanya sebatas mengajarkan bagaimana tata cara beribadah mahdhah, tetapi juga mencontohkan bagaimana mengatur keluarga hingga negara. Termasuk, cara mendidik anak.

Tentang Bagaimana cara Nabi mendidik anak? dibawah ini tahapan-tahapannya secara umum, khususnya tahap I (sebelum anak lahir hingga usia 3 tahun) dan tahap II (usia 4 – 10 tahun). Sedangkan tahap III sampai V akan ditulis pada artikel berikutnya. Dan semoga nanti semua tahapan ini bisa dijelaskan satu per satu dalam rubrik parenting (pengasuhan) secara terpisah.

Tahap I: Sebelum anak lahir hingga usia 3 tahun

1.   Mendoakan calon bayi
2.   Mendoakan dan memberikan perhatian saat anak dalam kandungan
3.   Mendoakan saat bayi hendak lahir
4.   Menyambut bayi dengan azan
5.   Men-tahniq bayi
6.   Mengajarkan atau memperdengarkan zikir dan doa kepada bayi
7.   Mengeluarkan zakat (fitrah) sejak ia lahir
8.   Menyayanginya
9.   Memberinya nama yang baik pada usia 7 hari
10. Melaksanakan aqiqah pada usia 7 hari
11. Mencukur rambutnya dan bersedekah setara dengan berat rambut pada usia 7 hari
12. Bercanda dengan bayi
13. Menyebut anak dalam gelar orang tua
14. Meng-khitan
15. Menggendong bayi
16. Menanamkan tauhid sejak dini
17. Memperhatikan penampilan dan gaya rambutnya
18. Mengajarkan cara berpakaian
19. Selalu menghadirkan wajah ceria kepadanya
20. Menciumnya dengan penuh kasih sayang
21. Bercanda dan bermain dengan anak-anak
22. Memberi hadiah
23. Mengusap kepalanya sebagai bentuk kasih sayang
24. Mengajarkan dan meneladankan kejujuran pada anak

Tahap II: Anak Usia 4 – 10 Tahun

1.   Membiasakan panggilan kasih sayang dengan nada lembut
2.   Menemaninya bermain dan belajar
3.   Mengajaknya berjalan sambil belajar
4.   Memberikan kesempatan yang cukup untuk bermain
5.   Menghargai permainannya
6.   Menanamkan akhlak mulia
7.   Mendoakannya
8.   Mengajaknya berkomunikasi secara intensif dan minta pendapatnya
9.   Mengajarkan amanah dan menjaga rahasia
10. Membiasakan makan bersama
11. Mengajarkan adab makan
12. Mengajarkan persaudaraan dan kerja sama
13. Melerai ketika anak-anak bertengkar
14. Melatih kecerdasannya dengan lomba dan cara lainnya
15. Memberikan hadiah kepada anak yang berhasil melakukan sesuatu atau berprestasi
16. Menjaga anak dengan zikir dan mengajarinya berzikir
17. Mengajarkan azan dan shalat
18. Mengajarkannya berani karena benar
19. Jika anak mampu, boleh ditunjuk sebagai imam

Semoga keluarga kita termasuk yang mencintai Rasul dengan meneladani perilaku beliau.

للَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad“.
{HR. At-Thabrani melalui dua sanad yang baik, lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan shahih At-Targhib wat tarhib 1/273}

 

– dari buku Athfalul Muslimin Kaifa Rabbahum Nabi al Aminkarya Jamal Abdurrahman
– Dari berbagai sumber di Internet